JAKARTA - Target lifting minyak sebesar 927.000 bph pada tahun ini diyakini bisa dicapai. Hal itu terungkap pada rapat rapat koordinasi produksi minyak 2008 antara pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama di Jakarta, Kamis (24/4/2008).
"Kami sudah melihat berbagai kemungkinan, sampai akhir tahun kita optimis target lifting sebesar 927.000 bph bisa tercapai," ujar Dirjen Migas Luluk Sumiarso.
Selama kuartal pertama tahun ini, rata-rata produksi minyak nasional mencapai 977.000 bph. Pada Januari, Indonesia berhasil memproduksi 955.487 bph, Februari 992.326 bph dan Maret 982.540 bph.
Menurut Luluk, berdasarkan pemaparan KKKS, diketahui adanya beberapa rencana revisi produksi. Ada KKKS yang produksinya melebihi di atas target dan ada pula yang di bawah target. Untuk itu, pemerintah akan mengawasi sejumlah kontraktor migas yang rencana produksinya menurun demi menjaga pencapaian lifting 2008.
Menurut Kepala BPMIGAS Kardaya Warnika, ada beberapa perusahaan yang telah mengajukan penurunan rencana produksi seperti Pertamina dan Chevron. Sedangkan perusahaan yang mengajukan kenaikan produksi, antara lain ConocoPhilips dari 30.000 bph menjadi 60.000 bph. Sementara perusahaan yang tingkat produksinya tetap antara lain PetroChina.