REALISASI KEGIATAN USAHA HULU MIGAS 2006 |
| 3. Cadangan Minyak dan Gas Bumi |
|
Cadangan Minyak Bumi |
| Pada 1 Januari 2006 jumlah cadangan minyak Indonesia memperlihatkan gambaran yang lebih optimis jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan cadangan sebanyak 6% dari tahun 2005 sebesar 8,17 miliar barel menjadi 8,68 miliar barel, yang terdiri dari 4,37 miliar barel cadangan terbukti dan 4,31 miliar barel cadangan potensial. Pertumbuhan cadangan ini, sebanyak 632 juta barel disebabkan oleh adanya tambahan dari 5 (lima) lapangan baru yaitu Banyu Urip - Cepu, Pondok Tengah, Gondang, Pagerungan Utara dan Bene Bekasap, yang terdiri dari 277 juta barel cadangan terbukti (P1), 148 juta barel cadangan mungkin (P2), dan 207 juta barel cadangan harapan (P3). |
Grafik 4 |
Pertumbuhan Cadangan Minyak Indonesia |
Apabila cadangan terbukti sebesar 4,37 miliar barel tersebut di atas diproduksikan pada tingkat seperti saat ini yaitu sekitar 1 (satu) juta bph, maka dapat mencukupi kebutuhan (dinyatakan sebagai Reserve to Production ratio, R/P) selama 12 tahun. Bila mempertimbangkan cadangan potensial sebesar 4,31 miliar barel, Reserve to Production ratio dapat mencapai 23 tahun. Cadangan Gas Apabila cadangan tersebut diproduksikan pada tingkat produksi saat ini (Reserve to production ratio) akan mampu mencukupi kebutuhan sekitar 56 tahun. Prospek pertumbuhan cadangan terbukti gas ke depan masih tetap optimis mengingat cadangan potensial yang tersedia cukup besar, yaitu 75,5 tcf, disamping adanya kemungkinan tambahan penemuan baru dari hasil eksplorasi di masa mendatang. |
Grafik 5 |
Pertumbuhan Cadangan Gas Indonesia |