REALISASI KEGIATAN USAHA HULU MIGAS 2006

 
 
4. Produksi Minyak dan Gas Bumi
 
Minyak dan Kondensat
Produksi rata-rata minyak mentah dan kondensat pada tahun 2006 sebesar 1,006 juta bph atau mencapai 96% dari target APBN-P yang ditetapkan. Realisasi produksi ini lebih kecil 5,3% dari level produksi tahun 2005 sebesar 1,062 bph.
 

Grafik 6
Produksi Minyak Indonesia Tahun 1997-2006

 

Tidak tercapainya target APBN-P 2006 terutama disebabkan adanya berbagai kendala dan gangguan operasi di beberapa lapangan, antara lain di Lapangan Belanak (terdapat kandungan merkuri yang tinggi dalam minyak, sehingga sebagian peralatan perlu diganti/dilengkapi), Lapangan Salawati (kesulitan pengadaan FPSO), Lapangan Bene Bekasap (terganggu adanya tumpang tindih lahan kehutanan), Lapangan Seram (tertundanya pemboran sumur baru), dan Lapangan Duri (banjir sehingga menjadi kendala work over dan pemboran sumur).

Berbagai kendala dan gangguan operasi yang terjadi tidak saja mengakibatkan kegiatan perawatan sumur dan fasilitas produksi menjadi tidak optimal. Beberapa aktivitas proyek/pemboran untuk mendapatkan tambahan produksi juga tertunda. Kondisi inilah yang mengakibatkan tingkat penurunan produksi tahun ini menjadi 5,3%, sedikit di atas tahun 2005 sebesar 3,2%. Namun demikian, apabila berbagai kendala internal maupun eksternal dapat segera diatasi, maka penurunan produksi ke depan masih dapat ditekan lagi di bawah 3%.

Gas Bumi
Realisasi produksi gas bumi pada tahun 2006 sebesar 8,28 miliar kaki kubik per hari (bscfd), atau lebih tinggi 2,12% dari target produksi yang ditetapkan dalam Work Program and Budget (WP&B) 2006. Bila dibandingkan realisasi produksi tahun 2005 pencapaian produksi tahun 2006 lebih tinggi 0,4%.

Realisasi produksi gas bumi pada tahun 2006 berpotensi lebih besar, bila proyek pipanisasi dari Sumatra ke Jawa yang akan mengalirkan gas dari Lapangan Suban-2 (COPI) sebesar 300 mmscfd bisa direalisasi tepat waktu.
 

Grafik 7
Realisasi dan Proyeksi Produksi Gas Bumi Indonesia

 

Kenaikan produksi gas bumi tahun 2006 merupakan hasil optimalisasi produksi dan pemboran sumur baru pengganti sumur yang sudah mengair (water coning) yaitu dari Lapangan Tunu Fase-12 dan Sisi Nubi Total E&P Indonesie sebesar 100 mmscfd, Lapangan Sapi Chevron Indonesia sebesar 35 mmscfd, Lapangan Maleo Santos sebesar 35 mmscfd, serta Lapangan TBA/TBC JOB Pertamina-PetroChina Salawati sebesar12 mmscfd.

Upaya meningkatkan produksi gas sebesar 30% di atas produksi tahun 2006 akan dilakukan melalui pengembangan lapangan baru, yaitu Lapangan Terang Sirasun (297 mmscfd), Senoro (230 mmscfd), Muria (117 mmscfd), dan Madura BD (100 mmscfd), serta peningkatan produksi dari Lapangan Corridor Block (404 mmscfd) yang akan dialirkan melalui pipa gas dari Sumatra ke Jawa.