REALISASI KEGIATAN USAHA HULU MIGAS 2006

 
 

5. Pemanfaatan Minyak dan Gas Bumi

 

Minyak dan Kondensat
Pada tahun 2006 total lifting minyak (minyak yang dijual) Indonesia mencapai 341,1 juta barel. Prioritas pemanfaatan minyak mentah Indonesia adalah untuk memenuhi kebutuhan kilang-kilang dalam negeri. Dari lifting tersebut, sekitar 217,4 juta barel (180,4 juta barel merupakan bagian negara dan sisanya adalah bagian Kontraktor KKS) digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri (kilang Pertamina). Jumlah minyak yang diekspor sebesar 123,7 juta barel di mana 37 juta barel berasal dari bagian negara dan 86,7 juta barel adalah bagian Kontraktor KKS.

Gas Bumi
Total lifting gas bumi pada tahun 2006 adalah sebesar 2.269,1 Trillion British Thermal Unit (tbtu). Gas bumi tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik sebesar 843,3 tbtu (37,2%), sedangkan sisanya sebesar 1.425,8 tbtu diekspor dalam bentuk LNG maupun gas melalui pipa.

Gas bumi untuk domestik tersebut di atas setara 2.305 juta kaki kubik per hari (mmscfd), digunakan untuk pembangkit listrik sebesar 470 mmscfd, PGN (untuk industri) 304 mmscfd, pabrik pupuk 561 mmscfd, petrokimia 167 mmscfd, dan pemanfaatan lain yang langsung dipasok oleh Pertamina E&P sebesar 248 mmscfd serta pemanfaatan lain yang dipasok oleh Kontraktor KKS lain untuk berbagai kebutuhan (own used, kondensat, LPG) sebesar 555 mmscfd. Pemanfaatan gas untuk domestik tahun 2006 ini meningkat 14,5% bila dibandingkan tahun 2005.

Pada tahun 2006 telah dilakukan penandatanganan 27 kesepakatan jual beli gas bumi terdiri atas 19 Kontrak Jual Beli Gas, 4 (empat) HoA, dan 4 (empat) MoU. Volume gas yang terkontrak dari kesepakatan tersebut sebesar 2.243 tbtu dengan nilai US$ 6,8 miliar. Penandatanganan kontrak-kontrak tersebut diperkirakan dapat mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri sekitar 145 juta barel.

Ekspor Gas Bumi
Gas bumi yang diekspor selama tahun 2006 sebesar 1.159 tbtu dalam bentuk LNG (ke Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan). Ekspor tersebut berasal dari Kilang Arun sebesar 179 tbtu dan Kilang Bontang sebesar 980 tbtu.

Sementara gas bumi yang diekspor melalui pipa (ke Singapura dan Malaysia) sebesar 246 tbtu. Gas bumi yang dijual melalui pipa ini berasal dari lapangan-lapangan gas offshore di Natuna Barat dan lapangan gas onshore yaitu dari Jambi dan Sumatra Selatan.