REALISASI KEGIATAN USAHA HULU MIGAS 2006

 
 

8. Pengelolaan Aset

 

Aset yang digunakan dalam kegiatan operasi usaha hulu migas pada akhir tahun 2006 memiliki nilai buku sebesar US$ 3,2 miliar dari nilai perolehan sebesar US$ 21 miliar.

Seluruh aset telah diasuransikan sebagai perlindungan dari resiko operasional maupun non operasional. Pada tahun 2006 penutupan asuransi dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu:
•     kelompok industrial asset & well control dengan nilai pertanggungan US$ 15,6 miliar plus 49,4 juta kaki drilling activities, dan
•     kelompok non industrial asset dengan nilai pertanggungan US$ 371 juta.

Total nilai premi yang dibayar pada tahun 2006 sebesar US$ 45,7 juta atau 0,29% dari total nilai pertanggungan tanpa memperhitungkan well control. Bencana alam pada tahun-tahun sebelumnya yang melanda Amerika Serikat, Amerika Tengah dan tsunami di Asia Tenggara telah mendorong kenaikan nilai premi asuransi.

Proses penutupan asuransi dilakukan melalui proses pemilihan perusahaan asuransi nasional yang akan menjadi penanggung. Seluruh perusahaan asuransi nasional yang memenuhi persyaratan dan lulus evaluasi dalam proses pemilihan penanggung secara otomatis menjadi anggota konsorsium penanggung utama. Pendekatan ini dilakukan dalam rangka lebih memberdayakan perusahaan-  perusahaan asuransi dalam negeri serta untuk meningkatkan retensi yang ditanggung oleh     perusahaan asuransi di dalam negeri.

 

Tabel 4
Nilai Aset dan Premium Asuransi 2003-2006

 

Jumlah klaim asuransi tahun 2006 relatif sama dengan tahun 2005. Nilai klaim asuransi didominasi oleh 2 (dua) kejadian semburan liar (blow out) dan 3 (tiga) kejadian kebocoran pipa bawah laut. Kondisi ini kemungkinan akan mempengaruhi nilai premi asuransi pada program penutupan asuransi tahun mendatang.

 

Tabel 5
Klaim Asuransi Tahun 2003-2006

 

Sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan aset, pada tahun 2006 juga telah dilakukan transfer material di antara Kontraktor KKS senilai US$ 119,37 juta atau 21% dari total persediaan. Upaya ini berhasil menurunkan tingkat persediaan dan menunda pembelian material baru yang pada tahun 2006 menghabiskan dana US$ 574,85 juta.