PROYEK-PROYEK UTAMA

 
 

2. Lapangan Banyu Urip, Cepu

Rencana pengembangan lapangan yang pertama, yaitu Lapangan Banyu Urip, dalam Wilayah Kerja Cepu yang dioperasikan oleh Mobil Cepu Limited (MCL) disetujui oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tanggal 15 Juni 2006.

Lapangan minyak Banyu Urip direncanakan dapat memproduksikan minyak pada skala penuh (full scale) sejumlah 160 ribu bph. Untuk menunjang kegiatan produksi itu akan dibangun fasilitas produksi utama yang terdiri atas 4 (empat) buah well pad, 2 (dua) train central processing facilities (CPF) masing-masing berkapasitas 95.000 bph, pipa berdiameter 20 inchi sepanjang 100 km yang sebagian terletak di darat (77 km) dan sebagian di lepas pantai (23 km), serta FSO berkapasitas 250.000 – 290.000 metrik ton.

Di samping itu, akan dibangun juga fasilitas pendukung yang terdiri atas fasilitas injeksi air berkapasitas 325.000 bph, pembangkit listrik utama berkapasitas 36 MW, pembangkit listrik tambahan berkapasitas 8 MW, sarana akomodasi bagi karyawan, dan lapangan terbang.

Secara keseluruhan, fasilitas produksi utama dan pendukung tersebut diperkirakan dapat beroperasi secara penuh pada kuartal keempat tahun 2010. Namun demikian BPMIGAS meminta MCL melakukan upaya untuk mempercepat produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip tersebut. Untuk itu direncanakan akan dibangun fasilitas produksi awal dengan kapasitas 20.000 bph, yang diperkirakan dapat beroperasi pada kuartal pertama tahun 2009. Kendala untuk percepatan produksi terutama adalah pembebasan tanah yang dibutuhkan untuk membangun pipa penyalur minyak dari lapangan menuju terminal pengiriman (pelabuhan).

Saat ini sedang dilakukan kajian atas pilihan-pilihan fasilitas yang optimal untuk menampung dan mengalirkan minyak yang diproduksikan pada tahap awal, termasuk mempertimbangkan pemanfaatan fasilitas yang sudah ada di sekitar Blok Cepu.