PROYEK-PROYEK UTAMA |
3. Lapangan Pondok Tengah Pengembangan Lapangan Pondok Tengah, yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dioperasikan oleh Pertamina E&P untuk memproduksikan minyak dan gas ikutan (associated gas). Proyek ini terdiri atas 2 (dua) tahap, yaitu Tahap-1 untuk membangun fasilitas produksi yang bersifat sementara di Cluster A, dan Tahap-2 untuk membangun fasilitas yang bersifat permanen, baik di Cluster A maupun Cluster B. Pada bulan Desember 2006, fasilitas produksi sementara yang dibangun pada Tahap-1 telah dioperasikan untuk mendukung produksi minyak sebesar 3.000 bph. Minyak yang diproduksikan dari Lapangan Pondok Tengah tersebut dikirim ke stasiun pengumpul di Lapangan Tambun dengan menggunakan pipa, untuk selanjutnya ditransportasikan ke Kilang Balongan, Indramayu. Pembangunan fasilitas produksi permanen yang dibangun di proyek Tahap-2 diperkirakan akan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2008. Pada tahap ini, di Cluster A akan dibangun fasilitas produksi yang terdiri atas fasilitas pemroses gas, pemisahan minyak dan air berkapasitas 8.500 bph, serta kilang mini LPG berkapasitas 200 ton per hari. Sedangkan di Cluster B akan dibangun fasilitas pemroses minyak dan air, yang masing-masing berkapasitas 13.500 bph dan 30.000 barrel water per day (bpwd). Minyak dan air yang dihasilkan dari Cluster A rencananya akan dikirim secara terpisah untuk diproses lebih lanjut di fasilitas produksi yang berlokasi di Cluster B. Selanjutnya, minyak yang diproduksikan dan diproses di Cluster B akan ditransportasikan dengan pipa sepanjang 22 km dan berdiameter 20 inchi ke SBM yang terletak di Muara Gembong. Minyak dari Lapangan Pondok Tengah ini akan dikirim ke Kilang Cilacap dengan menggunakan tanker. Sementara itu, gas ikutan yang diproduksi di Cluster B akan dialirkan ke Cluster A. Sebagian akan diproses di kilang mini LPG dan sisanya, sekitar 20 mmscfd, akan ditransmisikan ke Stasiun Kompresor Gas (SKG) Tegal Gede. |