PROYEK-PROYEK UTAMA

 
 

5. Blok A Aceh

Lapangan gas Blok A di Aceh merupakan salah satu lapangan gas yang diharapkan bisa memasok kebutuhan gas domestik di Nangroe Aceh Darussalam (NAD), selain dari lapangan gas lepas pantai Krueng Mane. Potensi cadangan gas bumi dari Blok A ini diperkirakan mencapai sekitar 596 bcf. Pengembangan Lapangan Blok A ini direncanakan untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk PIM-1 dan PIM-2. Mengingat resiko pengembangan gas bumi Blok A cukup tinggi karena bertekanan dan bertemperatur tinggi, serta berkadar CO2 sekitar 23%, maka Kontraktor KKS mengajukan perubahan porsi bagi hasil (split) antara Pemerintah dan kontraktor. Saat ini, Pemerintah telah menyetujui usulan perubahan split dari 65/35 menjadi 51/49 antara Pemerintah/kontraktor.

Pengembangan Lapangan Blok A juga terkendala oleh proses pengalihan kepemilikan saham blok tersebut. Saat ini, pengalihan kepemilikan saham dari investor lama, yaitu ExxonMobil Oil Indonesia dan ConocoPhillips ke investor baru yaitu konsorsium Medco E&P, Japex, dan Premier Oil (dimana Medco E&P akan bertindak sebagai operator) sedang dalam proses penyelesaian.