UPAYA MENGATASI TANTANGAN

 
 
2. Pemenuhan Kebutuhan Gas Domestik

Beberapa tahun terakhir ini terjadi lonjakan permintaan gas bumi di pasar domestik, terutama karena naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri sehingga pilihan konsumen terhadap gas bumi sebagai energi alternatif meningkat secara drastis.

Guna memenuhi kebutuhan gas domestik tersebut, beberapa proyek pengembangan lapangan gas dilaksanakan, yakni :
 
a. Ujung Pangkah
   
 

Lapangan Gas Ujung Pangkah berada 4 (empat) km dari Pantai Semenanjung Ujung Pangkah, Jawa Timur. Lapangan ini berada di wilayah kerja yang dioperasikan oleh Hess Indonesia Pangkah Ltd. Gas dari lapangan ini akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan pembangkit pembangkit listrik di Gresik sebesar 100 mmscfd.

Lingkup kerja proyek yang bernilai sebesar US$ 110 juta ini terdiri dari pembangunan 1 (satu) wellhead platform, gas pipeline ke Gresik, Onshore Processing Facility (OPF) berkapasitas 100 mmscfd dan gas sales pipeline ke PLN Gresik. Gas dari lapangan ini akan dialirkan dari wellhead platform (WHP) - A melalui pipa berdiameter 18 inchi sepanjang  40 km ke OPF yang berada di Gresik. Selanjutnya akan dikirim ke PLN Gresik melalui pipa berdiameter 20 inchi sepanjang 9 (sembilan) km.

Berdasarkan rencana awal, proyek dapat dioperasikan pada tahun 2006. Namun hasil pemboran penilaian menunjukkan lapangan tersebut ternyata juga mengandung minyak yang cukup potensial, sehingga rencana pengembangan gasnya tertunda karena harus mengembangkan (memproduksikan) terlebih dahulu minyak sebelum memproduksikan gasnya. Berdasarkan rencana terakhir, pada Maret 2007 proyek sudah bisa diselesaikan untuk mulai diproduksikan. Status kemajuan proyek pada akhir Desember 2006 mencapai 98%.

   
b. Oyong
   
 

Lapangan gas Oyong terletak di Selat Madura Jawa Timur, di wilayah kerja yang di-operasikan oleh Santos Sampang. Gas yang dihasilkan dari lapangan ini akan dipakai untuk memasok kebutuhan pembangkit listrik Grati, di Jawa Timur sebesar 60 mmscfd.

Proyek ini dibagi menjadi 3 (tiga) phase. Phase-1 adalah proyek pembangunan wellhead platform, menyewa Production Barge (oil processing, water treatment dan sistem injeksi gas) dan Floating Storage-Oil (FSO). Phase-2 untuk membangun Onshore Processing Facility dan jalur pipa berdiameter 14 inchi sepanjang 60 km ke Grati yang akan digunakan untuk mendukung produksi pada 2 (dua) tahun kemudian. Phase-3 adalah melakukan produksi gas tanpa memakai FSO lagi.

Pada Desember 2006 wellhead platform sudah terpasang, namun proyek konstruksi production barge baru mencapai 75%. Seluruh proyek diperkirakan selesai pada kwartal ke-2 (dua) tahun 2007.

   
c. Gas South East Sumatra
   
 

Untuk menambah pasokan gas ke Jawa Barat dikembangkan lapangan-lapangan gas baru di wilayah kerja lepas pantai utara Jawa Barat yang dioperasikan oleh CNOOC. Pengembangan lapangan ini meliputi pengembangan Lapangan Zelda dan Banowati yang dibangun untuk memproduksikan gas sebesar 150 mmscfd.

Lingkup pekerjaan dari proyek ini meliputi pembangunan 3 (tiga) wellhead platform (ZPC, ZEF dan BWA), dan fasilitas pengolahan gas di Pulau Pabelokan sebelum dikirim ke PLN Cilegon, melalui pipa berdiameter 20 inchi sepanjang 63 km.

Pada Mei 2006 proyek ini sudah mengalirkan gas berkapasitas 50 mmscfd. Selanjutnya kapasitas pasokan gas akan ditingkatkan menjadi 80 mmscfd yang diperkirakan bisa direalisasi pada Mei 2007.

   
d. Jambi Merang
   
 

Proyek Jambi Merang berada di Propinsi Jambi dan merupakan proyek pengembangan Lapangan Gas Pulau Gading dan Lapangan Gas Sungai Kenawang. Kedua lapangan gas tersebut berada di wilayah kerja yang dioperasikan oleh Joint Operation Body (JOB) Pertamina – Amerada Hess. Puncak produksi gas sebesar 144 mmscfd, untuk memenuhi kebutuhan domestik, terutama untuk bahan bakar gas pembangkit PLN.

Gas dan kondensat yang dihasilkan dari Pulau Gading dikirim secara terpisah melalui pipa 2 (dua) jalur berdiameter masing-masing 12 inchi untuk gas dan 8 inchi untuk kondensat sepanjang 15 km ke Sungai Kenawang, untuk selanjutnya diproses menjadi lean gas dan LPG. Kemudian LPG dikirim ke North Geragai melalui pipa 8 inchi sepanjang 115 km, sedang lean gas dialirkan melalui pipa 12 inchi sepanjang 13 km ke pipa PGN (yang menghubungkan Sumatra dan Jawa Barat).

Proyek bernilai US$ 241 juta ini diharapkan selesai pada Juli 2008.

   
e. Singa
   
 

Proyek pengembangan Lapangan Gas Singa di Sumatra Selatan berada di wilayah kerja yang dioperasikan oleh Medco E&P. Proyek senilai US$ 99 juta ini dibangun untuk memasok gas sebesar 80 mmscfd ke pembangkit PLN di Jawa Barat. Fasilitas yang dibangun berupa proses pemurnian gas dengan kapasitas 85 mmscfd dan Amine Plant (fasilitas untuk menghilangkan CO2) karena gas yang dihasilkan mengandung CO2 sebesar 38%.

Gas yang dijual akan dialirkan melalui pipa ukuran 16 inchi sepanjang 40 km ke Pagar Dewa untuk selanjutnya dikirim ke Jawa Barat melalui pipa milik PGN. Menurut rencana, proyek akan siap dioperasikan pada Juli 2008.