UPAYA MENGATASI TANTANGAN |
4. Semburan Lumpur Panas Sidoardjo Semburan lumpur panas di Sidoardjo, Jawa Timur mulai terjadi pada tanggal 29 Mei 2006. Titik semburan pertama muncul sekitar 150 meter barat daya sumur eksplorasi Banjar Panji-1 yang kemudian disusul dengan munculnya 2 (dua) semburan di arah timur laut yang berjarak 200 meter dan 500 meter. Lumpur panas yang masih keluar sampai saat ini hanya dari lubang pertama. Semula jumlah lumpur yang tersembur hanya sekitar 30.000 meter kubik per hari, namun sejak September 2006 hingga saat ini debit semburan fluktuatif dengan kondisi tertinggi bisa mencapai 180.000 meter kubik per hari. Upaya yang dilakukan untuk menghentikan semburan lumpur panas, antara lain dengan melalui operasi pemboran untuk menyumbat sumber semburan (melalui operasi snubbing unit, pemboran side track dan relief well/pemboran miring). Upaya-upaya tersebut belum membuahkan hasil utamanya karena lokasi pemboran tergenang lumpur panas. Selain itu juga dilakukan upaya penanggulangan pembuangan lumpur panas dan penanganan dampak sosial yang dilakukan baik oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui Tim Nasional Penanggulangan Luapan Lumpur Panas Sidoardjo. |