HALAMAN UTAMA ENGLISH INFORMASI LELANG ALAMAT BPMIGAS
    BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
***    SAAT INI TELAH TERSEDIA LAYANAN JARINGAN WIRELESS ACCESS POINT DI LINGKUNGAN BPMIGAS : 1)RUANG NAKULA SADEWA. 2)RUANG RAPAT 1A. 3)RUANG RAPAT KEPALA BPMIGAS. 4)RUANG RAPAT LANTAI 10. 5)LANTAI 13 WING 2. UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT, SILAHKAN HUBUNGI HELPDESK BPMIGAS EXT. 6660 / 6657 / 4846 / 4772     ***
 
 
BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MIGAS
(BPMIGAS)
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
 
LAPORAN KEGIATAN BPMIGAS
PERIODE 2002 – 2004
 
 

 
SAMBUTAN KEPALA BPMIGAS

Assallammu’alaikum Wr Wb

Dengan ijin dan kehendak Allah Swt, perkenankan kami untuk menyajikan laporan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, periode 16 Juli tahun 2002 hingga 20 Oktober tahun 2004.

Lahirnya Undang Undang Minyak dan Gas Bumi No 22 tahun 2001 dan Peraturan Pemerintah No 42 tahun 2002 tentang Pembentukan BPMIGAS, merupakan momen yang mempunyai arti khusus bagi bangsa dan negara Indonesia di dalam pembaharuan dasar hukum Perminyakan untuk meningkatkan iklim bisnis usaha hulu migas yang lebih kompetitif, kondusif, dan terbuka bagi investor-investor asing maupun dalam negeri, disamping mendorong tumbuh-kembangnya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di Indonesia.

Selama periode 2002 hingga 2004 tersebut, Indonesia masih menghadapi berbagai perubahan di lingkungan eksternal seperti peristiwa politik, tantangan ekonomi maupun perubahan-perubahan budaya masyarakat yang berdampak terhadap usaha hulu migas. Perubahan di lingkungan Eksternal ini tidak menghalangi BPMIGAS bersama Kontraktor KKS dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang telah berhasil melaksanakan tugas dasn fungsinya seperti yang diamanatkan didalam peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dalam kurun waktu 2 tahun kami mampu memberikan sumbangan kepada negara sebesar 9 milyar US$ pada tahun 2002, 11 milyar US$ pada tahun 2003 serta diharapkan mencapai 12 milyar US$ pada akhir tahun 2004.

Disadari bahwa produksi minyak Indonesia selama 5 tahun terakhir ini cenderung mengalami penurunan secara alami. Oleh karena itu, selama periode 2002-2004 tersebut, BPMIGAS dan Kontraktor KKS telah berhasil menemukan cadangan minyak bumi sebesar 1 milyar barrel untuk mengatasi masalah tersebut. Sebaliknya produksi gas terus meningkat sejalan dengan cadangan gas yang semakin hari meningkat. Peningkatan gas ini diperoleh dari penemuan-penemuan baru seperti Tangguh di Papua, Natuna Barat di Laut Natuna, Donggi/Senoro di Sulawesi, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan lapangan lainnya. Seluruh lapangan minyak dan gas bumi tersebut masih dalam taraf penyusunan Rencana Pengembangan (Plan of Development), pemasaran dan sebagian diantaranya mulai melaksanakan kegiatan konstruksi.

Keberhasilan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan 46 kesepakatan jual beli minyak dan gas bumi selama periode 2002 – 2004 bernilai 53,4 milyar dollar Amerika. Selain itu, pasar LNG Indonesia juga berkembang semakin luas dengan penjualan LNG ke negara-negara baru seperti Cina (Fujian) serta USA (Sempra Energi).
Apa yang telah kami capai selama 2 tahun periode kerja tersebut diatas dengan ditandai peningkatan kinerja usaha hulu minyak dan gas bumi Indonesia, belum berarti memuaskan seluruh pekerja BPMIGAS dan Kontraktor KKS di seluruh lapisan. Kita sadar, berbagai tantangan dan hambatan masih menyertai pelaksanaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi diatas, diantaranya adalah :

 
  1. Mencari cara pengawasan dan pembinaan yang lebih efektif dan efisien dengan tantangan elemen-elemen : areal geografis yang sangat luas, geologi yang sangat kompleks, kegiatan operasi yang sudah tua dan terletak di daerah terpencil, infrastruktur daerah pengembangan baru yang masih minim, serta persaingan pasar yang semakin ketat
  2. Menjamin Pemerintah dan Kontraktor KKS sejalan dalam hal : rasionalisasi aspek teknis dan ekonomi serta penyelesaian isu-isu ”conflict of interest” berkaitan dengan intensif seperti DMO, kredit investasi, pajak, dan bunga cost recovery.
  3. Menyusun dan menerapkan prosedur pengadaan yang lebih efektif dan efesien.
  4. Menjalankan fungsi-fungsi audit yang lebih ketat.
 
Untuk mengatasi hambatan dan tantangan tersebut diatas, maka BPMIGAS dengan dibantu oleh para Kontraktor KKS secara bertahap akan menyusun berbagai kebijakan dan strategi yang lebih tepat di berbagai sektor yang telah berhasil disusun dengan baik. Kunci Indikator Keberhasilan Kinerja (Key Performance Indicator) disegala aspek usaha hulu migas perlu disusun guna mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan usaha hulu migas. Standar Prosedur Operasi (Standard Operating Procedure) perlu dikembangkan agar keberhasilan yang telah dicapai dapat ditingkatkan secara nyata.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pekerja di lingkungan BPMIGAS dan Kontraktor KKS yang selama ini tidak hentinya mencurahkan pikiran & tenaganya guna memajukan kegiatan usaha hulu migas Indonesia. Begitu pula kami juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja sama yang baik selama ini kepada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Departemen Keuangan, Departemen Dalam Negeri, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Lembaga Pendidikan, Pemerintah Daerah, Masyarakat Di sekitar daerah operasi, para insan media, lembaga swadaya masyarakat serta pihak lain yang tidak sempat kami sebutkan. Mudah-mudahan jalinan kerja sama yang baik selama ini dapat ditingkatkan di tahun-tahun mendatang, sehingga dapat memperkokoh upaya Pemerintah menaikan kinerja dan pendapatan negara dari sektor hulu migas bagi kemakmuran bangsa dan negara.

Wassalammu’alaikum Wr Wb,

Rachmat Sudibjo
Kepala BPMIGAS

 
«-=::O::=-»
 
RINGKASAN UTAMA
 
 

BPMIGAS

BPMIGAS (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) didirikan pada tanggal 16 Juli 2002 melalui Undang Undang Minyak dan Gas Bumi No 22/2001 dan Peraturan Pemerintah No 42/2002 tentang BPMIGAS. Sebagai wakil Pemerintah tugas utama BPMIGAS adalah sebagai pembina dan pengawas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) didalam menjalankan kegiatan eksplorasi, eksploitasi dan pemasaran migas Indonesia.

Kontraktor KKS

Pada 5 tahun terakhir jumlah Kontraktor KKS relatif mengalami peningkatan seiring dengan jumlah kontrak wilayah kerja baru yang ditandatangani. Pada bulan November tahun 2004 Jumlah Kontraktor KKS mencapai 119 blok dimana 102 adalah PSC dan 17 JOB/ JOA. Adapun jumlah kontrak blok baru wilayah kerja pertambangan (WKP) yang ditandatangani selama periode 5 tahun adalah : 2000 (1 WKP), 2001 (6 WKP), 2002 (2 WKP), 2003 (15 WKP) dan 2004 (1 WKP).

Potensi Sumber Daya Migas Indonesia

Di Indonesia terdapat 60 cekungan hidrokarbon dimana 22 cekungan belum di eksplorasi serta 38 cekungan telah dieksplorasi ( 15 produksi, 11 belum produksi dan 12 belum terbukti). Cadangan minyak bumi Indonesia cenderung menurun secara alami dan pada saat ini jumlah cadangan yang ada mencapai 8,3 milyar barel (4,3 milyar barel terbukti dan 4 milyar barel potensial) atau dapat diproduksi untuk waktu 20 tahun. Sedangkan jumlah cadangan gas bumi Indonesia yang terbukti dan potensi mengalami kenaikan dengan ditemukannya lapangan-lapangan baru selama 2 tahun terakhir ini dan pada saat ini jumlah cadangan yang ada mencapai 185,6 triliun kaki kubik (95,1 TCF terbukti dan 90,5 TCF potensial) atau dapat diproduksi untuk waktu 64 tahun.

Kegiatan Seismik dan Pemboran

Pada tahun 2002 kegiatan seismik 2 D adalah 13,170 km dan 3 D 1,896 km, pada tahun 2003 kegiatan seismik 2 D adalah 15,854 km dan 3 D 2,877 km, serta pada tahun 2004 (hingga Agustus 2004) kegiatan seismik 2 D adalah 8,422 km serta 3 D 5,459 km.

Sedangkan kegiatan pemboran eksplorasi dan eksploitasi relatif agak berfluktuasi relatif berada dibawah target yang ditetapkan. Pada tahun 2002 target eksplorasi mencapai 117 sumur (aktual 75), tahun 2003 target 96 sumur (aktual 54) dan tahun 2004 target 80 sumur (aktual 36). Adapun kegiatan eksploitasi target pada tahun 2002 adalah 1241 sumur (aktual 837), tahun 2003 target 938 sumur (aktual 815) dan tahun 2004 target 547 sumur (aktual 328).

Penemuan Lapangan Baru

Selama dua tahun terakhir ini kegiatan eksplorasi terus ditingkatkan guna mengatasi kekurangan suplai minyak dan gas serta mengantisiapsi permintaan pasar. Penemuan- penemuan lapangan baru selama 5 tahun terakhir mengalami kenaikan, terutama bagi lapangan gas bumi. Namun demikian rasio kesuksesan kegiatan eksplorasi sumur taruhan (wildcat) mengalami fluktuasi pada dua tahun terakhir. Rasio kesuksesan pada tahun 2002 adalah 51 %, tahun 2003 (34%) dan sampai dengan September 2004 (43%) . Fluktuasi seperti ini disebabkan banyaknya permasalahan yang menghambat laju kegiatan eksplorasi seperti : menurunnya jumlah investasi baru, timbulnya permasalahan pertanahan, minimnya infrastruktur di daerah potensi, dan lain sebagainya. Namun demikian pada tahun 2003 yang lalu telah berhasil ditemukan cadangan minyak bumi sebesar 1 milyar barel di daerah lepas pantai Kalimantan Timur, Cepu dan Lepas Pantai Jawa Timur serta 14 lapangan gas bumi baru pada tahun 2004 sebesar 6,2 TCF yang terletak di Sumatera Selatan, Lepas Pantai Madura Barat dan Kalimantan Timur.

Pengembangan Lapangan

Selama periode 2002 hingga 2004 telah berhasil direncanakan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi Indonesia. 17 lapangan baru minyak bumi sedang dikembangkan dengan jumlah cadangan sebesar 226 juta barel dengan nilai investasi 539 Juta US$ untuk masa kontrak antara 5 hingga 20 tahun. Sedangkan pengembangan lapangan gas bumi (dan minyak/kondensat) dilakukan di 18 lapangan dengan jumlah cadangan sebesar 26 milyar kaki kubik dengan nilai investasi 12,5 milyar US$ untuk masa kontrak antara 8-25 tahun. Baik lapangan minyak maupun gas tersebut diatas sebagian besar akan mulai berproduksi pada tahun 2004 dan 2006.

Produksi Minyak dan Gas Bumi

Produksi minyak bumi sebagian besar berasal dari sumur-sumur tua dimana dari tahun ke tahun mengalami penurunan secara alami mencapai 15 % dari total produksi. Namun dengan usaha-usaha optimalisasi lapangan-lapangan yang ada melalui EOR, Steam flood dan pengembangan lapangan-lapangan baru , penurunan produksi tersebut masih dapat ditahan pada 6,7% per tahun. Target APBN tahun 2004 produksi minyak bumi Indonesia mencapai 1 juta 72 ribu barrel/hari atau mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, maka dalam dua tahun terakhir ini telah dilakukan kegiatan eksplorasi di lapangan-lapangan baru di daerah Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, dan daerah lainnya.
Berbanding terbalik dengan keadaan minyak bumi, cadangan dan produksi gas bumi justru mengalami peningkatan secara nyata dalam 2 tahun terakhir ini. Dengan adanya pengembangan lapangan gas baru (ongoing dan new Plan Of Development) maka produksi gas diperkirakan mencapai 7,8 milyar kaki kubik per hari dibandingkan tahun 2001 hanya mencapai 6,3 milyar kaki kubik. Pada tahun-tahun mendatang penemuan lapangan baru selama dua tahun ini dapat meningkatkan produksi gas hingga 8,3 milyar kaki kubik per hari pada tahun 2008.

Investasi dan Penerimaan Negara

Pengeluaran biaya minyak dan gas bumi Indonesia mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi serta penemuan dan pengembangan lapangan-lapangan baru. Pada tahun 2002 jumlah pengeluaran mencapai 5 milyar US$ dan pada akhir tahun 2004 diperkirakan mencapai 7 milyar US$. Pengeluaran biaya terbesar adalah kegiatan operasi produksi yang mencapai hampir 60 % dari total pengeluaran.

Keadaan Cost Recovery juga mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan pengeluaran tersebut diatas. Pada tahun 2002 total cost recovery minyak dan gas bumi mencapai sekitar 6,2 US$/BOE, tahun 2003 sekitar 6,6 US$/BOE dan pada tahun 2004 sampai dengan bulan Juni sekitar 7,17 US$/BOE.

Sedangkan penerimaan Negara mengalami peningkatan yang cukup baik dimana pada tahun 2001 mencapai sekitar 10 milyar US$, 2002 sedikit menurun (9 milyar US$) dan meningkat pada tahun 2003 (11,5 milyar US$) dan tahun 2004 (12 milyar US$). Peningkatan penerimaan Negara ini selain bertambahnya produksi migas di lapangan-lapangan baru juga pengaruh adanya harga minyak dunia yang semakin tinggi.

Penandatanganan Kesepakatan

Selama periode 2,5 tahun berjalan (16 Juli 2002 dan 20 Oktober 2004), jumlah kesepakatan yang berhasil ditandatangani adalah 46 kesepakatan untuk volume gas 16,7 triliun kaki kubik dengan nilai kontrak 53,4 milyar US$ serta kontrak baru kondensat sebesar 5,8 juta barel dengan nilai kontrak 168 juta US$. Pasar LNG Indoensia juga semakin luas dengan keberhasilan penandatangan kontrak dengan terminal LNG Fujian, China, terminal Posco dan SK Power Korea, serta terminal sempra energy USA.

Pengelolaan Aset Negara

Aset kegiatan usaha hulu migas merupakan asset negara yang harus dikelola dengan baik. BPMIGAS sebagai wakil Pemerintah Indonesia mempunyai tugas untuk melakukan pembinaan dan pengawasan jumlah asset Negara yang sebagian besar dioperasikan oleh Kontraktor KKS di wilayah kerjanya. Adapun nilai asset pada saat ini adalah 19,308 milyar US$ yang terdiri : Harta Benda Modal 18,704 milyar US$, Harta Benda Inventaris 1,979 Milyar US$ dan Material Persediaan 0,601 milyar US$.

Sumber Daya Manusia

Pada dasarnya, para pekerja BPMIGAS merupakan pekerja yang berpengalaman dan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugas yang diemban selama ini. Sebagian besar pekerja BPMIGAS berasal dari Pertamina Direktorat MPS (Management Production Sharing), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kontraktor KKS. Semenjak tahun 2002 hingga saat ini jumlah pekerja BPMIGAS mencapai sekitar 361 pekerja.

Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Kerja

BPMIGAS dan Kontraktor KKS senantiasa menempatkan aspek perlindungan lingkungan dan keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam menjalankan tugas-tugasnya. Berbagai program lindungan lingkungan telah diterapkan semenjak kegiatan awal eksplorasi hingga eksploitasi dilaksanakan di lapangan-lapangan minyak dan gas bumi Indonesia. Sejumlah dokumen Amdal, ISO 14001, SOP, serta penanganan peningkatan kualitas lingkungan (upaya bioremedasi) dilakukan selama periode 2002 hingga 2004. Begitu pula berbagai kasus pencemaran lingkungan yang diakibatkan kegiatan lain namun berada di lokasi operasi migas juga ditangani dengan baik. Sedangkan selama kurun waktu 2002 hingga saat ini, kinerja keadaan keselamatan kerja BPMIGAS-Kontraktor KKS relatif cukup baik dengan angka kecelakaan yang sangat rendah.

Pengembangan Masyarakat

Pengembangan masyarakat (community development) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi Indonesia. Selama kurun waktu dua tahun, 2002 hingga saat ini berbagai program pengembangan masyarakat telah dilaksanakan dengan difokuskan terhadap Ekonomi Masyarakat, Pendidikan & Kebudayaan, Kesehatan, Fasilitas Sosial & Fasilitas Umum dan Lingkungan.

 
KONTRAKTOR KKS
 
Pada 5 tahun terakhir, jumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) relatif mengalami peningkatan yang cukup baik, seiring dengan jumlah kontrak Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) baru yang ditandatangani oleh Kontraktor KKS dan BPMIGAS. Pada tahun 2000, Jumlah Kontraktor KKS ditambah dengan Technical Contract Assistance (TAC) mencapai 120 blok. Namun kemudian berdasarkan Peraturan perundang-undangan yang berlaku bahwa tugas dan wewenang BPMIGAS difokuskan terhadap pembinaan dan pengawasan Kontraktor KKS saja tanpa TAC. Oleh karenanya maka jumlah Kontraktor KKS pada tahun 2002 (109 blok), tahun 2003 (124 blok) dan tahun 2004 (119 blok) Upaya Pemerintah c.q Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral dalam menggalakan investasi baru mengalami kemajuan yang cukup baik pada periode tahun 2002 hingga 2004. Adapun jumlah blok baru yang berhasil ditenderkan dan ditandatangani dalam 5 tahun terakhir adalah : 2000 (1 WKP), 2001 (6 WKP), 2002 (2 WKP), 2003 (15 WKP) & 2004 (1 WKP).
 
 
Potensi Sumber Daya Migas Indonesia

Cekungan dan Cadangan Hidrokarbon

Cekungan Hidrokarbon

Pada saat ini, Indonesia memiliki 60 cekungan hidrokarbon, dimana 22 cekungan diantaranya belum di eksplorasi serta 38 cekungan telah dieksplorasi. Dari 38 cekungan ini yang telah diproduksi minyak dan gas buminya adalah 15 cekungan, 11 cekungan belum produksi serta 12 cekungan sisanya belum terbukti. Sebagian besar cekungan baik yang telah dan belum diproduksi terletak di Indonesia bagian barat, sedangkan yang potensial dan belum terbukti sebagian besar berada di wilayah bagian timur Indonesia.

 
 
Cadangan Migas Indonesia

Cadangan minyak bumi Indonesia cenderung menurun secara alami dan pada saat ini jumlah cadangan yang ada mencapai 8,3 milyar barel yang terdiri atas : 4,3 milyar barel terbukti dan 4 milyar barel potensial. Jumlah cadangan ini dapat diproduksi untuk jangka waktu 20 tahun. Sebagian besar cadangan minyak bumi Indonesia masih tersebar di bagian Indonesia bagian barat, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera. Sedangkan potensi wilayah Indonesia bagian timur belum banyak ditemukan cadangan baru, terutama di daerah terpencil dan laut dalam.

 
 
 
Sedangkan jumlah cadangan gas bumi Indonesia yang terbukti dan potensi mengalami kenaikan secara nyata, dengan ditemukannya sejumlah lapangan-lapangan baru selama periode 2 tahun terakhir ini. Pada saat ini jumlah cadangan gas bumi yang ada telah mencapai 185,6 trilyun kaki kubik dimana terdiri atas : 95,1 trilyun Kaki Kubik merupakan cadangan terbukti dan 90,5 trilyun kaki kubik merupakan cadangan potensial. Jumlah cadangan yang ada tersebut dapat diproduksi untuk jangka waktu 64 tahun. Seperti halnya cadangan minyak bumi, maka cadangan gas bumi ini juga masih terkosentrasi di Indonesia bagian barat. Oleh karena itu ke depan maka kegiatan eksplorasi baik untuk mencari cadangan minyak maupun gas bumi di lapangan baru perlu didorong ke arah Indonesia bagian timur.
 
 
 
Kegiatan Seismik dan Pemboran

Kegiatan seismik selama kurun waktu 2002 hingga 2004 relatif mengalami kinerja yang sangat baik dimana kegiatan seismik 2 D maupun 3 D yang dilaksanakan oleh BPMIGAS dan Kontraktor KKS rata-rata umumnya berada diatas target yang ditetapkan sebelumnya. Pada tahun 2002 kegiatan seismik 2 D adalah 13,170 km dan 3 D 1,896 km. Pada tahun 2003 kegiatan seismik 2 D adalah 15,854 km dan 3 D 2,877 km. Serta pada tahun 2004 (hingga Agustus 2004) kegiatan seismik 2 D adalah 8,422 km serta 3 D 5,459 km.

 
 
Sedangkan kegiatan pemboran eksplorasi sumur taruhan dan delineasi relatif agak stabil, walaupun secara umum relatif berada dibawah target yang ditetapkan. Pada tahun 2002 target eksplorasi mencapai 117 sumur namun sumur yang berhasil di bor mencapai 75 sumur. Pada tahun 2003 target pemboran mencapai 96 sumur dan aktual 54 sumur dan tahun 2004 target 80 sumur dan aktual 36 sumur. Keadaan ini relatif tidak berbeda dengan tahun tahun sebelumnya dengan rasio dibawah 60 persen.
 
 
Sedangkan pemboran sumur pengembangan pola fluktuasinya juga tidak begitu berbeda dimana pada tahun 2002 sumur yang ditargetkan untuk di bor adalah 1241 sumur dan aktual 837 sumur, tahun 2003 target 938 sumur dan aktual 815 sumur serta tahun 2004 target 547sumur hingga bulan Juli masih 328 sumur.
 
 
Penemuan Cadangan Baru

Selama dua tahun terakhir ini kegiatan eksplorasi terus ditingkatkan guna mengatasi kekurangan suplai minyak dan gas bumi disamping mengantisipasi permintaan pasar domestik dan internasional yang cenderung semakin meningkat tajam. Penemuan- penemuan cadangan baru selama 5 tahun terakhir mengalami fluktuasi seiring dengan keadaan sosial dan politik Indonesia serta nilai investasi yang sedikit menurun.

Namun selama periode pelaksanaan usaha hulu tahun 2002 hingga saat ini, nampak bahwa jumlah cadangan yang ditemukan relatif stabil yaitu berada pada angka 2100 Milyar Barel Setara Minyak (MMBOE), walaupun nilai rasio kesuksesan eksplorasi sumur taruhan cukup berfluktuasi pada dua tahun terakhir.

Rasio kesuksesan pada tahun 2002 adalah 51 %, tahun 2003 (34%) dan tahun 2004 (43%). Fluktuasi rasio seperti ini disebabkan banyaknya permasalahan yang menghambat laju kegiatan eksplorasi seperti : menurunnya jumlah investasi baru, timbulnya permasalahan pertanahan, minimnya infrastruktur di daerah potensi, dan lain sebagainya.

Namun demikian pada tahun 2003 yang lalu, BPMIGAS dan Kontraktor KKS telah berhasil ditemukan cadangan minyak bumi sebesar 1 milyar barel di daerah lepas pantai Kalimantan Timur, Cepu dan Lepas Pantai Jawa Timur serta cadangan gas bumi baru sebesar 6,2 TCF yang tersebar di Sumatera Selatan, Lepas Laut Madura Barat dan Kalimantan Timur.

 
 
 
Rencana Pengembangan

Dalam rangka meningkatkan produksi minyak dan gas bumi Indonesia, BPMIGAS dan Kontraktor KKS selama periode tahun 2002 hingga 2004 telah berhasil merencanakan pengembangan 17 lapangan minyak bumi serta 18 lapangan gas bumi. 17 lapangan minyak bumi baru yang sedang dikembangkan memiliki jumlah cadangan sebesar 226 juta barel dengan nilai investasi sebesar 539 Juta US$, untuk masa kontrak antara 5 hingga 20 tahun.

 
 
Sedangkan pengembangan lapangan gas bumi (dan minyak/kondensat) yang dilakukan di 18 lapangan baru mempunyai jumlah cadangan sebesar 26 milyar kaki kubik dengan nilai investasi 12,5 milyar US$, untuk masa kontrak antara 8-25 tahun. Baik lapangan minyak maupun gas tersebut diatas sebagian besar akan mulai berproduksi antara tahun 2003 hingga 2006.
 
 
Produksi Minyak dan Gas Bumi

Pada era 70 hingga 90an Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai produksi minyak bumi cukup besar. Puncak produksi minyak bumi terjadi pada tahun 1977 dengan jumlah produksi mencapai sekitar 1,60 juta barel per hari dan tahun 1995 dengan jumlah produksi 1,62 juta barel per hari. Setelah periode tersebut, lambat laun produksi minyak bumi mengalami penurunan secara alami hingga mencapai kisaran penurunan antara 5 hingga 15 % per tahun dari total produksi yang ada. Sebagian besar produksi minyak bumi Indonesia masih berasal dari sumur-sumur tua. Semenjak harga minyak mengalami krisis pada tahun 1998, kegiatan dan pengeluaran biaya eksplorasi dan produksi saat itu menurun secara drastis sehingga produksi minyak bumi mengalami penurunan secara alami. Pada saat ini target APBN tahun 2004 produksi minyak bumi Indonesia adalah 1 juta 72 ribu barel/hari. Tantangan target ini tidak ringan, untuk itu maka BPMIGAS dan Kontraktor KKS terus melakukan upaya-upaya penambahan produksi untuk mencapai target tersebut, disamping dalam kurun dua tahun terakhir ini telah dilakukan kegiatan eksplorasi di lapangan-lapangan baru di daerah Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, dan daerah lainnya.

 
 
 
Berbanding terbalik dengan keadaan produksi minyak bumi tersebut, baik keadaan cadangan maupun produksi gas bumi Indonesia justeru mengalami peningkatan secara nyata dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini. BPMIGAS beserta Kontraktor KKS terus mengadakan kegiatan eksplorasi dan melakukan pengembangan lapangan gas baru. Diperkirakan dengan status ongoing dan new Plan Of Development maka produksi gas bumi Indonesia diperkirakan mencapai 7,8 milyar kaki kubik per hari pada tahun 2004, dibandingkan pada tahun 2001 hanya mencapai 6,3 milyar kaki kubik per hari. Pada tahun-tahun mendatang penemuan lapangan-lapangan baru yang selama kurun waktu dua tahun ini diperkirakan akan meningkatkan produksi gas kembali hingga 8,3 milyar kaki kubik per hari pada tahun 2008 (peak production).
 
 
Pengeluaran Biaya dan Penerimaan Negara

Biaya pengeluaran minyak dan gas bumi Indonesia mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi serta pengembangan lapangan-lapangan baru di Indonesia. Pada tahun 2002 jumlah pengeluaran mencapai 5 milyar US$ dan pada akhir tahun 2004 diperkirakan dapat mencapai 7 milyar US$. Biaya pengeluaran terbesar adalah biaya kegiatan operasi produksi yang mencapai hampir 55 % dari total pengeluaran, disusul eksplorasi dan pengembangan sekitar 35 % dan biaya administrasi sekitar 10 % dari total biaya pengeluaran.

 
 
Keadaan pengeluaran Cost Recovery juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2002 total cost recovery minyak dan gas bumi mencapai sekitar 6,2 US$/BOE, tahun 2003 sekitar 6,6 US$/BOE dan pada tahun 2004 sampai bulan Juni sekitar 7,17 US$/BOE.
 
 
Sedangkan penerimaan negara dari sektor hulu migas mengalami peningkatan yang cukup baik dari tahun ke tahun. Pada tahun 2001 penerimaan negara baru mencapai sekitar 10 milyar US$, yang kemudian pada tahun 2002 agak sedikit menurun yakni berada pada angka penerimaan 9 milyar US$. Namun kemudian pada tahun 2003 penerimaan Negara dari sektor hulu migas ini mengalami kenaikan secara drastis hingga mencapai 11,5 milyar US$ dan akhirnya pada tahun 2004 diperkirakan hampir menyentuh pada angka penerimaaan sebesar 12 milyar US$. Peningkatan penerimaan negara ini selain penemuan migas di lapangan-lapangan lama dan baru juga karena pengaruh adanya harga minyak dunia yang semakin tinggi.
 
 
Penandatanganan Kesepakatan

Dalam kurun waktu selama periode 2,5 tahun berjalan (terhitung semenjak 16 Juli 2002 hingga 20 Oktober 2004), jumlah kesepakatan yang berhasil ditandatangani adalah 46 kesepakatan untuk volume gas 16,7 triliun kaki kubik dengan nilai kontrak 53,4 milyar US$ serta kontrak baru kondensat dari Arun dan Bontang sebesar 5,8 juta barel dengan nilai kontrak 168 juta US$. Pasar LNG Indonesia juga semakin luas dengan keberhasilan penandatangan kontrak jual beli baru dengan terminal LNG Fujian, China, terminal Posco & SK Power Korea, serta terminal Sempra Energy USA.

 
 
Pengelolaan Aset Negara

Aset kegiatan usaha hulu migas merupakan asset negara yang harus dikelola dengan baik. BPMIGAS sebagai wakil Pemerintah Indonesia mempunyai tugas untuk melakukan pembinaan dan pengawasan jumlah asset Negara yang sebagian besar dioperasikan oleh Kontraktor KKS di wilayah kerjanya. Adapun nilai asset pada saat ini adalah mencapai 19,308 milyar US$ yang terdiri atas :

1. Harta Benda Modal : 18,704 milyar US$
2. Harta Benda Inventaris : 1,979 milyar US$
3. Material Persediaan : 0,601 milyar US$

 
 
Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan factor penting bagi BPMIGAS didalam upayanya meningkatkan kinerja dan pelayanan bagi Negara dan masyarakat dari sektor hulu minyak dan gas bumi. Oleh karena itu, berbagai upaya restrukturisasi organisasi maupun pelatihan-pelatihan dan pengembangan wawasan seluruh pekerja BPMIGAS dilaksanakan baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pada dasarnya, para pekerja BPMIGAS merupakan pekerja yang berpengalaman dan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugas yang diemban selama ini. Sebagian besar pekerja BPMIGAS berasal dari Pertamina Direktorat MPS (Management Production Sharing), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kontraktor KKS.
Semenjak tahun 2002 hingga saat ini jumlah pekerja BPMIGAS mencapai sekitar 361 pekerja, dimana terdiri atas 300 pekerja berstatus sarjana dan 61 pekerja non sarjana dan terampil.

Sistem peningkatan kinerja SDM BPMIGAS dilakukan dengan sistem penilaian kinerja pekerja yang terbagi atas : sebelum menjadi pekerja BPMIGAS (pengujian teknis dan non teknis), masa percobaan sebagai pekerja (kinerja selama 3 bulan), serta sebagai pekerja tetap (penilaian tahunan). Seluruh pekerja mendapatkan kesempatan berkembang yang sama. Kebijakan pengelolaan SDM BPMIGAS ditekankan terhadap pengembangan yang berorientasi kepada pencapaian kinerja yang ditetapkan, pendayagunaan sesuai bidang yang dikuasai, didorong menjadi pekerja proaktif, serta diberikan fleksibilitas yang cukup tinggi untuk berkembang.


Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Kerja

BPMIGAS dan Kontraktor KKS senantiasa menempatkan aspek perlindungan lingkungan dan keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam menjalankan tugas-tugasnya. Berbagai program lindungan lingkungan telah diterapkan semenjak kegiatan awal eksplorasi hingga eksploitasi dilaksanakan di lapangan-lapangan minyak dan gas bumi Indonesia. Semenjak tahun 2002 hingga 2004, jumlah kegiatan lingkungan yang dilaksanakan oleh BPMIGAS dan Kontraktor KKS adalah sebagai berikut :

 
  1. Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan : 123 (Studi) + 87 (KKKS)
  2. Dokumen Amdal : 7 (studi) + 6 (KKKS)
  3. Revisi Amdal : 6 (studi) + 6 (KKKS)
  4. Sosialisasi Proper (Program Penilaian Peningkatan Kinerja Perusahaan)
  5. Program Sertifikasi ISO 14001, Penanganan Emisi Udara, program Remedasi/Perbaikan Lingkungan, Penanganan Pencemaran Lingkungan dan penyelesaian sludge
 
Sedangkan selama kurun waktu 2002 hingga saat ini, kinerja keadaan keselamatan kerja BPMIGAS-Kontraktor KKS relatif cukup baik dengan angka kecelakaan yang sangat rendah. Adapun gambaran mengenai angka kecelakaan tersebut adalah sbb:
 
  1. Fatal (meningggal dunia) : 1 kasus
  2. Kecelakaan dengan hilangnya hari kerja : 6 kasus
  3. Kecelakaan tanpa hilangnya hari kerja : 57 kasus
  4. Pertolongan Pertama : 247 kasus
  5. Hilangnya fasilitas operasi (kebakaran, dsb) : 7 kasus
  6. Lain Lain
 
 
Pengembangan Masyarakat

Pengembangan masyarakat (community development) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi Indonesia. Pelaksanaan pengembangan masyarakat dimaksudkan selain untuk mengurangi dampak-dampak negatif kegiatan eskplorasi maupun eksploitasi migas bumi, juga ditujukan untuk membantu Pemerintah di tingkat Daerah dalam program pengembangan wilayah dan kesejahteraan masyarakat. Selama kurun waktu dua tahun, 2002 hingga saat ini berbagai program pengembangan masyarakat telah dilaksanakan dengan difokuskan terhadap :

 
SEKTOR
AKTIVITAS

Ekonomi

Membantu Pemerintah untuk memberdayakan masyarakat dalam usaha meningkatkan ekonomi

Pendidikan dan Kebudayaan

Memberikan beasiswa , membantu kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan, olahraga dan kegiatan kebudayaan.

Kesehatan

Mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat

Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum

Mendukung Pembangunan sarana dan prasarana sosial dan umum di daerah operasi

Lingkungan

Mendukung program peningkatan kesadaran lingkungan.

 
 
Tinjauan Ke Depan

Berbagai tantangan dan hambatan masih menyertai pelaksanaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi Indonesia, diantaranya adalah :

 
  1. Mencari cara pengawasan dan pembinaan yang lebih efektif dan efisien dengan tantangan elemen-elemen : areal geografis yang sangat luas, geologi yang sangat kompleks, kegiatan operasi yang sudah tua dan terletak di daerah terpencil, infrastruktur daerah pengembangan baru yang masih minim, serta persaingan pasar yang semakin ketat.
  2. Menjamin Pemerintah dan Kontraktor KKS sejalan dalam hal : rasionalisasi aspek teknis dan ekonomi serta penyelesaian isu-isu ”conflict of interest” berkaitan dengan intensif seperti DMO, kredit investasi, pajak, dan bunga cost recovery.
  3. Menyusun dan menerapkan prosedur pengadaan yang lebih efektif dan efesien
  4. Menjalankan fungsi-fungsi audit yang lebih ketat
 
Untuk mengatasi hambatan dan tantangan tersebut diatas, maka BPMIGAS dengan
dibantu oleh para Kontraktor KKS secara bertahap akan menyusun berbagai kebijakan dan strategi yang lebih tepat di berbagai sektor yang telah berhasil disusun dengan baik. Kunci Indikator Keberhasilan Kinerja (Key Performance Indicator) di segala aspek usaha hulu migas perlu disusun guna mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan usaha hulu migas. Standar Prosedur Operasi (Standard Operating Procedure) perlu dikembangkan agar keberhasilan yang telah dicapai dapat ditingkatkan secara nyata. Selain itu di pihak lain, proyek-proyek pengembangan lapangan baru yang akan dan sedang berjalan terus dipacu untuk memenuhi target pengembangan migas Indonesia. Setidaknya semenjak tahun 2003 hingga 2009 sejumlah proyek pengembangan dapat segera dilakukan di beberapa lapangan, dimana sebagian besar di dominasi oleh proyek pengembangan gas bumi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sedangkan proyek pengembangan lapangan minyak relatif tidak berfluktuasi.

Selain upaya-upaya tersebut diatas, beberapa upaya lain yang akan dilakukan guna menambah peningkatan pengembangan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi adalah sebagai berikut :

 
1. Meningkatkan minat investor dengan memberikan iklim bisnis yang lebih transparan dan kompetitif
2. Meningkatkan pasar LNG yang semakin bersaing di tingkat global
3. Meningkatkan pasar gas domestik yang kebutuhannya semakin hari semakin meningkat
 
 
4. Meningkatkan penggunaan barang dan jasa dalam negeri secara kompetitif
5. Mempersingkat seluruh proses persetujuan pelaksanaan eksplorasi dan eksploitasi
6. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja migas Indonesia
 
 

BPMIGAS

BPMIGAS (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) didirikan pada tanggal 16 Juli 2002.

Dasar Hukum

Sebagai dasar hukum pembentukan BPMIGAS adalah :
1. Undang Undang Dasar 1945 Pasal 33 Ayat 2 dan 3
2. Undang Undang No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
3. Peraturan Pemerintah No 42 tahun 2002 tentang BPMIGAS.


 
Pembaharuan melalui dasar hukum terhadap pelaksanaan kegiatan usaha hulu migas ini dimaksudkan untuk memberikan iklim bisnis yang lebih kompetitif, efisien dan lebih terbuka bagi investor-investor baru di sektor migas.

Tugas BPMIGAS

Melakukan Pengawasan terhadap kegiatan usaha hulu migas agar pengambilan sumber daya alam migas milik Negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi Negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat

Fungsi BPMIGAS

1. Memberikan pertimbangan kepada Menteri atas Kebijaksanaannya dalam hal penyiapan dan penawaran WKP serta Kontrak Kerja Sama
2. Melaksanakan Kontrak Kerja Sama
3. Mengkaji dan menyiapkan rencana pengembangan lapangan yang pertama kali akan diproduksikan dalam suatu wilayah kerja kepada Menteri untuk mendapatkan persetujuan
4. Memberikan persetujuan rencana pengembangan lapangan
5. Memberikan persetujuan rencana kerja dan anggaran
6. Melaksanakan pemantauan dan melaporkan kepada Menteri tentang pelaksanaan Kontrak Kerja Sama
7. Menunjuk penjual minyak bumi dan/atau gas bumi bagian negara yang dapat memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi negara.

 
 
Organisasi

1. Badan Pelaksana terdiri atas unsur pimpinan, tenaga ahli, tenaga teknis dan tenaga administrasi
2. Kepala BPMIGAS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Republik Indonesia setelah konsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
3. Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia

 
 
 
Bidang Tugas

Bidang Perencanaan

Melaksanakan perencanaan, pengawasan & pengendalian pelaksanaan Kontrak Kerja Sama dalam rangka peningkatan produksi cadangan serta optimalisasi penerimaan negara

Bidang Operasi

Melaksanakan kebijakan perencanaan, pengawasan dan pengendalian kegiatan operasi hulu migas meliputi kegiatan operasi produksi, kemaritiman dan teknologi informasi, inspeksi peralatan & K3LL, fasilitas produksi dan konstruksi serta fasilitas pengolahan gas/LNG

Bidang Finansial, Ekonomi & Pemasaran

Melaksanakan kebijakan perencanaan, pengelolaan, pengawasan dan pengendalian serta pembinaan finansial yang efektif dan efisien baik jangka pendek, menengah dan panjang terhadap Kontraktor KKS dalam rangka optimalisasi penerimaan negara

Bidang Umum

Melaksanakan kebijakan perencanaan, pengelolaan, pengawasan, pengendalian dan pembinaan hukum, sumber daya manusia, keuangan, O&T, jasa informasi manajemen dan perkantoran, hubungan eksternal, penyusunan rencana kerja dan anggaran Badan Pelaksana, pendayagunaan organisasi dan tenaga kerja serta pengadaan dan manajemen aset Kontraktor KKS.

 
 
ARTI LOGO BPMIGAS
 
 
BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
 
BPMIGAS mempunyai tanggung jawab dalam mengawasi perkembangan minyak dan gas bumi di Indonesia yang merupakan sumber daya alam yang strategis.
 
Peran eksekutif BPMIGAS dalam pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi sesuai dengan namanya yaitu "Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi", dimana kedua elemen penting minyak dan gas bumi merupakan fondasi dari sumber energi nasional yang memberikan jaminan serta berperan dalam menambah pendapatan ekspor/devisa negara. Hal tersebutlah yang mewujudkan lambang logo BPMIGAS yang dikemukakan ini.
 
Lambang logo BPMIGAS terdiri dari perpaduan gelembung gas yang dilambangkan oleh warna "merah" yang mengarah ke atas dan setetes minyak yang dihadirkan dalam warna "hijau" yang menetes ke bawah. Interdependensi ini secara simbolisasi melambangkan kedekatan antara unsur minyak dan gas bumi.
 
Nama BPMIGAS disampaikan dalam huruf kecil, akan memberikan makna sebagai sebuah organisasi yang bersahabat, komunikatif, inovatif, fleksibel serta modern dalam penampilan. BPMIGAS dalam fungsinya sebagai badan pengawas dan pengendali, maka dengan pendekatan modern ini mencerminkan peran dan tanggungjawabnya sebagai mitra dan katalisator yang kredibel.
 
Untuk membedakan badan eksekutif dengan sumber daya alam yang dikelola, nama BPMIGAS ditampilkan dalam perpaduan nuansa abu-abu tua untuk tulisan bp dan abu-abu muda untuk tulisan migas yang menunjukkan kedua bagian yang menyatu.
 
Secara keseluruhan logo BPMIGAS memproyeksikan perpaduan yang serasi dan modern dalam desain, mencerminkan sebuah organisasi yang profesional dan dinamis serta memberikan masa depan yang positif terhadap sumber daya alam nasional.
 
 
B P M I G A S