Untitled Document
Untitled Document
     
BPMIGAS
     
 

1/19/2010 6:23:21 PM
LAPANGAN NORTH BELUT MULAI PRODUKSI


[PERBESAR GAMBAR]


ConocoPhillips Indonesia memulai produksi gas perdana dari Lapangan North Belut, Laut Natuna Selatan pada 16 November 2009 lalu. Perayaan produksi pertama lapangan North Belut tersebut berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (19/1). Peresmian dihadiri Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (BPMIGAS) R. Priyono, Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, dan Presiden ConocoPhillips Indonesia Jim Taylor.

Priyono mengatakan, saat ini produksi North Belut sudah berada di kisaran 265 juta kaki kubik per hari untuk gas dan 20 ribu barel minyak per hari. Menurutnya, pencapaian ini sangat menggembirakan karena ikut mendukung upaya pencapaian target produksi nasional.

Dia menjelaskan, realisasi proyek ini terkait dengan pengembangan 17 lapangan minyak dan gas di kawasan Blok B kontrak kerja sama (KKS) Laut Natuna Sea. Selama masa konstruksi, proyek tersebut berhasil membuka kesempatan kerja bagi sekitar 5000 orang tenaga kerja, sehingga membantu pengembangan ekonomi.

Produksi lapangan North Belut masih bisa ditingkatkan hingga puncak produksi sebesar 315 juta kaki kubik per hari dan 30 ribu barel perhari. Gas dari North Belut diproyeksikan memenuhi 50 persen kebutuhan penjualan ke Malaysia. Perjanjiannya telah ditandatangani Maret 2001 lalu.

Sejumlah Proyek Siap Diresmikan Priyono mengatakan, selain lapangan North Belut, hingga minggu pertama Februari akan ada beberapa proyek yang telah siap diresmikan.

“Beberapa proyek tersebut dapat dikatakan sebagai proyek utama pendukung pencapaian target produksi nasional,” katanya.

Diantaranya, proyek Tunu Phase 11 dan Phase 12 milik kontraktor Total E&P Indonesie di Delta Mahakam, Kalimantan Timur. Kedua proyek tersebut diproyeksikan memproduksi gas sebesar 630 juta kaki kubik per hari dengan rencana investasi senilai US$ 663 juta.

Selain itu, proyek Seturian Surface Facilities di Kalimantan Timur yang dikelola Chevron Indonesia Company segera diresmikan. Dengan design produksi sebesar 35 juta kaki kubik per hari, Chevron direncanakan mengeluarkan dana sebesar US$ 22,2 juta. Lapangan Oyong Phase 2 yang dikelola Santos di Selat Madura dan Pasuruan Jawa Timur juga mulai berproduksi. Dengan rencana investasi US$ 58 juta, Santos diproyeksikan akan berproduksi hingga 80 juta kaki kubik per hari.

Terakhir, proyek Oil Treating Facilities dan LNG Facilities yang dikelola Hess di Gresik, Jawa Timur. Dengan rencana anggaran senilai US$ 165,7 juta, Hess direncanakan akan berproduksi sebesar 25 ribu barel per hari dan LPG sebanyak enam ribu barel per hari.

Priyono mengatakan, rencana peresmian proyek-proyek tersebut merupakan kabar yang menggembirakan di awal tahun 2010. Pasalnya, proyek yang dapat direalisasikan menjadi hasil nyata dari kerja sama antara BPMIGAS dengan kontraktor KKS.

“Kinerja yang telah berjalan dengan baik ini diharapkan dapat dipertahankan demi mencapai tujuan bersama, sehingga industri hulu migas secara maksimal dapat memberikan manfaat maksimal bagi Negara,” kata dia.

 
     
   
     
 
   
   
   
8/23/2010 3:50:05 PM
ENI TIMOR MULAI SURVEI SEISMIK
8/9/2010 11:23:53 AM
MILITER SIAP AMANKAN MASELA
  LAINNYA
     
Best View In Microsoft Internet Explorer & 1024x768 Screen Resolution