Untitled Document
Untitled Document
 
         Ruang Media » Berita
   
    1/37   
 
BPMIGAS-BRI GELAR WORKSHOP PEMAHAMAN INDUSTRI HULU MIGAS  
1/21/2010 7:13:36 AM
BPMIGAS-BRI GELAR WORKSHOP PEMAHAMAN INDUSTRI HULU MIGAS

JAKARTA – BPMIGAS dan BRI menggelar workshop “Pemahaman Industri Hulu Migas dan Peluang Bagi BRI” di kantor pusat BRI, Jakarta, Rabu (20/1). Kegiatan dihadiri Kepala BPMIGAS, R Priyono, Direktur Utama BRI, Sofyan Basir, pimpinan BPMIGAS, dan direksi BRI.

Dalam sambutannya, Priyono menyambut baik niat perbankan nasional, termasuk BRI yang mulai tertarik untuk ikut berbisnis di sektor industri hulu migas. Pasalnya, beberapa tahun lalu, bisnis hulu migas terlihat masih asing bagi perbankan nasional karena berbagai sebab.

“Dengan pemahaman yang menyeluruh diharapkan BRI mendapat ide untuk lebih memanfaatkan peluang pasar yang ada,” kata dia.

Sejak tahun 2008, BRI telah berpartisipasi pada kerjasama Pengelolaan Rekening Bersama BPMIGAS dengan Pertamina EP dan Kondur Petroleum SA untuk Dana Cadangan abandonment & site Restoration (ASR).

Namun, BPMIGAS melihat masih banyak peluang dan kesempatan lain yang dapat digunakan perbankan nasional, khususnya dalam kegiatan pembiayaan dan penjaminan yang tidak beresiko tinggi. Dicontohkan, pembiayaan pembangunan fasilitas produksi dan fasilitas pendukung lainnya.

“Selama ini pembiayaan dengan skala besar seperti ini dilakukan kontraktor kontrak kerja sama dengan menggunakan perbankan asing. BPMIGAS berharap, suatu hari nanti perbankan Nasional dapat ikut terlibat di dalamnya,” katanya.

Menurut Priyono, BPMIGAS merasa ikut berkepentingan untuk mengusahakan agar kegiatan di sektor ini mendatangkan keuntungan maksimal bagi Negara. Penugasan tersebut dijabarkan dengan menjadikan industri hulu migas sebagai lokomotif penggerak ekonomi nasional. Untuk menjamin ketersediaan peluang tersebut, pihaknya menetapkan penggunaan komponen dalam negeri yang cukup tinggi dalam setiap proyek migas yang dilaksanakan oleh kontraktor, yaitu sekitar 55 persen.

Sofyan mengapresiasi kepercayaan BPMIGAS yang menginstruksikan kepada kontraktor kontrak kerja sama untuk dapat mengutamakan penggunaan bank milik negara dalam melakukan pembayaran kepada penyedia barang dan jasa.

“BRI akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengemban dan menjaga kepercayaan tersebut,” katanya.

Unit kerja BRI yang telah terhubung secara real time online mencapai lebih dari 6.000 kantor dan menjadi bank dengan jaringan real time online terbesar di negeri ini. Selain sistem, layanan dan jaringan yang terintegrasi, BRI telah mempersiapkan diri menjadi yang terbaik dalam menangkap dan mengoptimalkan peluang bisnis yang ada pada industri migas di Indonesia.

“Kerjasama BRI dengan BPMIGAS dan para kontraktor harus dapat ditingkatkan dengan kerjasama di bidang lain,” katanya. (ACU)

 


Best View In Microsoft Internet Explorer & 1024x768 Screen Resolution