VICO DAN MANAJEMEN PENGELOLAAN LINGKUNGAN
 
     
 
Bersamaan dengan pelaksanaan pengeboran di setiap daerah operasi, VICO juga mengadakan perbaikan lingkungan secara cermat. Sejauh ini, VICO telah berhasil membuktikan komitmennya dalam menjaga lingkungan yang aman dan lestari bersama-sama dengan masyarakat disekitar daerah operasi dan mengembangkan sistem penanganan limbah yang teruji.

Dengan demikian, deskripsi yang disusun dalam situs ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai komitmen dan proses panjang yang dilakukan VICO dalam pengelolaan limbah yang ramah lingkungan melalui proses penetralan yang cermat

 
     
     
 
SEKILAS TENTANG VICO
 
     
  LATAR BELAKANG

Virginia Indonesia Company (VICO) telah terlibat dalam pengembangan gas alam dan minyak bumi Indonesia selama hampir 40 tahun. VICO merupakan perusahaan utama yang bergerak dibidang gas di Indonesia dengan ladang utama terbesar berada di Muara Badak (biasa disebut dengan Badak), Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

 
     
 
 
     
 
Lokasi VICO di Badak bisa dicapai dari dua kota utama Samarinda dan Balikpapan dan kota-kota lain di Kalimantan Timur seperti Tenggarong dan Bontang menggunakan jalan darat dan udara. Jalan darat dari Samarinda ibukota Kalimantan Timur, bisa ditempuh selama kurang lebih 1 jam; dari Balikpapan 4 jam; dari Tenggarong ibukota Kutai Kartanegara ditempuh selama kurang lebih 2 jam; dan dari kotamadya Bontang ditempuh selama 1 jam 30 menit. Sedangkan jalan udara ditempuh melalui pelabuhan udara di Balikpapan selama 30 menit; dari bandara Samarinda selama 10 menit; dan dari Bontang selama 15 menit. Akses menuju lokasi operasi di Badak saat ini semakin cepat karena jalan darat ke Badak terus ditingkatkan jumlah dan kualitasnya.
 
     
 
 
     
 
Selain merupakan kota terdekat dengan Badak, Bontang adalah pusat pengolah produksi gas alam dan minyak bumi VICO yang megoperasikan 8 unit tempat pengolahan (train) dan berperan sebagai koordinator maintenance jalur pipa dari 3 KKKS di Kaltim. Saat ini, Bontang merupakan pengolah gas alam cair pertama yang dibangun di Indonesia sebagai pangkalan untuk memasarkan, memproduksi dan mengapalkan gas alam dalam dalam kontainer menuju Jepang, Taiwan dan Korea.
 
     
 
 
     
 
PERJALANAN VICO
 
 
 
     
 
1968 Roy M. Huffington dan Arch Sproul menandatangani kontrak pertama HUFFCO dengan PERTAMINA dalam pengelolaan sumber minyak di delta Sungai Mahakam
1972 Penemuan Lapangan Badak
1974 Penemuan Lapangan Nilam, Semberah dan Pamaguan
1977 Pengapalan LNG pertama dari pelabuhan Bontang ke Jepang
1977 Pembangunan Train untuk gas di Bontang
1977 Produksi gas meningkat dari 1,6 juta ton menjadi 2,3 juta ton LNG per tahun
1984 Pengapalan kargo LNG yang ke 1000
1993 Penemuan Lapangan Mutiara
2002 Meraih penghargaan HELIOS Award
2002 Meraih penghargaan ISO 14001
2003 Pengapalan kargo LNG yang ke 5000
2003 Meraih penghargaan “Kecelakaan Nihil dan Sistem Manajemen K3”
 
     
 
 
     
 
 
 
Nilam Field
 
     
 
 
 
Semberah Field
 
     
 
 
 
Mutiara Field
 
     
     
 
PENGELOLAAN LIMBAH
 
 
Waste Management
 
     
 
TUJUAN

Pengelolaan limbah bertujuan untuk memastikan bahwa :
> pemusnahan limbah dilakukan dalam cara-cara yang ramah lingkungan,
> pengelolaan limbah dilakukan sejalan dengan peraturan yang ada serta kebijakan VICO Indonesia ,
> resiko pencemaran akibat produksi, penanganan dan pemusnahan limbah dapat di kurangi,
> mengambil semua langkah untuk mengurangi, menghilangkan, mencegah, mendaur ulang atau memakai kembali material limbah,
> mengadopsi pilihan kegiatan lingkungan terbaik yang memandang kegiatan-kegiatan tersebut secara kesatuan dan menuntut bahwa segala jenis dampak kepada lingkungan akibat tiap pilihan kegiatan pemusnahan limbah akan di pelajari, pilihan kegiatan yang dipilih harus memiliki dampak perusakan lingkungan terkecil dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

 
     
 
 
     
 
MENGELOLA LIMBAH

Limbah yang dihasilkan oleh seluruh aktivitas VICO di pisahkan menjadi empat kategori:
> Limbah Organik
> Limbah Anorganik
> Limbah Metal
> Limbah B3

 
     
 
 
     
 
Keempat limbah tersebut ditempatkan di tempat-tempat sampah yang berbeda dan tetap terpisah sampai ke Tempat Pembuangan Akhir, yaitu insinerator untuk limbah organik dan organik. Sedangkan untuk semua jenis limbah B3 dan metal di kemas dalam drum atau peti-peti dan di tampung di Nilam Pipe Yard untuk selanjutnya di bawa ke Perusahaan Pemusnah Limbah B3 yang bersertifikasi (PPLI) . Untuk menjaga bahwa penanganan limbah yang dihasilkan berjalan dengan baik dan ramah lingkungan, maka VICO menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan yang mengatur semua prosedur penanganan limbah di area operasional VICO.
 
     
 
 
     
 
 
     
 
 
     
 
 
     
 
Sebagai pemusnahan akhir, VICO memiliki tiga unit insinerator buatan LIPI yang terdapat di Mutiara, Nilam dan Badak 58 dengan kapasitas 200 meter kubik sampah yang dapat di musnahkan. Untuk sampah organik, VICO sedang mengembangkan metode pengomposan yang diharapkan dapat dipergunakan untuk tujuan penghijauan.
 
     
 
 
 
Insinerator Nilam
 
     
 
 
 
Insinerator Mutiara
 
     
 
PHENOL REMOVAL
 
     
 
Dalam usahanya menekan serendah-rendahnya kadar polutan di sekitar area operasional, VICO membangun Unit Kolam Pengolah Limbah Air Produksi yang terdiri dari lima kolam yang dibuat memanjang dengan ukuran 100 x 20 meter
 
     
 
 
     
 
Kolam 1 berfungsi sebagai penangkap dan klarifikasi minyak, kolam 2, 3 dan 4 sebagai kolam aerasi dan kolam terakhir sebagai kolam pengendap. Didalam kolam diberikan mikroba dengan Urea dan NPK sebagai nutrisinya. Aktifitas mikroorganisme inilah yang mampu mendegradasi kadar phenol menjadi 1 – 1,5 ppm, COD menjadi 100 – 175 ppm serta kadar Hidrokarbon menjadi 4 – 12 ppm sehingga air terproduksi dapat dibuang dengan aman dan tidak mengganggu kelestarian lingkungan
 
     
 
 
     
  KOMPOSTING

Saat ini, VICO memiliki dua tempat pembibitan dan nursery tanaman di Badak dan Saliki. Di kedua tempat inilah sampah-sampah organik diolah menjadi kompos untuk proses pembibitan dan penyemaian tanaman berbunga, semak, perdu dan pohon yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk tujuan penghijauan

 
     
 
 
     
     
 
PENANGANAN LAHAN KRITIS
 
 
Critical Land Management
 
 
 
 
 
 
Lahan kritis timbul akibat dari kegiatan pembukaan lahan dalam operasi penambangan gas alam dan minyak bumi. Dalam kegiatan ini, hutan yang masih ditumbuhi kayu dan semak-semak belukar dibersihkan dengan cara pemotongan gunung, penimbunan rawa dan pembukaan hutan yang menyebabkan lapisan atas tanah terkelupas.
 
     
 
 
     
 
Salah satu upaya untuk menghijaukan kembali lahan yang dikategorikan kritis adalah dengan mengembalikan kesuburan tanah akibat hilangnya lapisan tanah atas. Telah dibuktikan dengan metode Bioremediasi. Upaya itu sangatlah efektif. Limbah sludge yang dihasilkan oleh kegiatan produksi dapat diolah dengan mikroorganisme sehingga menjadi media penyubur tanah untuk menggantikan lapisan tanah atas.
 
     
 
 
     
 
Metode lain yang tak kalah efektif dan lebih efisien adalah penghijauan dengan menggunakan rekayasa lansekap, lahan yang memiliki kemiringan curam di ubah menjadi teras dan setelah diberi penahan sehingga berbentuk bak-bak, maka dibuat lubang-lubang yang akan dipergunakan sebagai lubang tanam jenis vegetasi yang terdapat disekitar tapak. Metode ini dilakukan di Semberah #13 dengan kerjasama dari Universitas Mulawarman
 
     
 
 
     
 
 
     
 
 
     
 
 
     
 
 
     
     
 
SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN
 
 
Environmental Management System
 
     
 
Manajemen Lingkungan merupakan manajemen yang dinamis sehingga diperlukan adaptasi atau penyesuaian apabila terjadi perubahan di perusahaan, yang mencakup sumberdaya, proses dan kegiatan perusahaan. Diperlukan pula penyesuaian seandainya terjadi perubahan diluar perusahaan , misalnya peraturan perundangan dan desain peralatan yang disebabkan oleh perkembangan teknologi.
 
     
 
TUJUAN DARI SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN (SML)

Penanganan efektif dari isu lingkungan merupakan suatu proses yang berjalan dan secara berkelanjutan mengalami peningkatan sejalan dengan perubahan operasional dan perubahan dari waktu kewaktu. Tiga tujuan utama dari program lingkungan VICO adalah:

 
     
 
1. Manajemen Resiko
Manajemen resiko yang efektif diperlukan dalam semua jenis kegiatan. Dampak signifikan kepada lingkungan harus diperkecil dengan memperkirakan dan mengukur dampak yang akan terjadi

2. Sesuai Peraturan
Semua kegiatan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku..

3. Eko-efisiensi
Pemakaian bahan-bahan mentah secara efisien, hemat air dan energi serta pengurangan,pemakaian kembali dan mendaur ulang dalam semua semua aspek kegiatan VICO.

 
     
 
STRUKTUR SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN VICO

Sistem Manajemen Lingkungan VICO mencakup tiga manual / sistem :

1. Manual Referensi Lingkungan
Sebuah referensi manual yang berisi informasi untuk membantu pengaturan isu-isu lingkungan

2. Prosedur Lingkungan
Kumpulan dari seluruh prosedur lingkungan yang telah disiapkan untuk membimbing pengelolaan VICO terhadap lingkungan.

3. Register Kegiatan Manajemen-Lingkungan
Pendataan Aspek dan Dampak Lingkungan dari seluruh operasi VICO.
Hal ini bertujuan untuk mencapai tujuan lingkungan, memonitor dan mengaudit semua data yang diperlukan untuk mengatur isu-isu lingkungan secara efektif.

 
     
 
Sistem Manajemen Lingkungan bertujuan untuk membantu manajer operasional dalam menyesuaikan peraturan yang berlaku. Akan tetapi, sangatlah penting untuk dicatat bahwa peraturan lingkungan yang diterapkan di Indonesia didasari atas standar kegiatan yang berarti mengandung tujuan utama dan diperlukan operator untuk mengatur setiap kegiatan dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut. Dalam banyak kasus, peraturan tidak menyatakan secara spesifik tindakan yang diambil.
Standar kegiatan memerlukan operator untuk merancang atau mengatur kegiatan mereka dalam rangka mencapai tujuan dari peraturan yang ada.
 
     
 
 
     
 
 
     
 
VICO INDONESIA
HEALTH SAFETY & ENVIRONMENT MANAGEMENT SYSTEM
 
 
Environmental Management Standards & Procedures
 
 
     
 
  • EP 01 Environmental Management Plan and Standards
  • EP 02 Environmental Screening
  • EP 03 Environmental Assessment
  • EP 04 Environmental Baseline Surveys
  • EP 05 Waste Management
  • EP 06 Environmental Monitoring
  • EP 07 Environmental Inspection and Audit
  • EP 08 Oil Spill Contingency Planning and Response
  • EP 09 Site Clearance, Restoration and Rehabilitation
  • EP 10 Environmental Documentation and Reporting
  • EP 11 Managing Societal Issues
 
     
 
 
Untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Lingkungan berjalan dengan baik, maka VICO secara rutin mengadakan audit baik yang bersifat internal seperti Environmental Internal Audit dan SMIT (Senior Management Inspection Team) yang masing-masing dilaksanakan 2 kali tiap tahunnya, maupun yang bersifat eksternal seperti Environmental External Audit dilakukan oleh ERM-CVS, suatu badan standarisasi internasional yang berkompeten untuk memberikan sertifikat ISO 14001.

Audit yang dilakukan sangatlah penting untuk mengevaluasi seluruh kegiatan operasional VICO demi tercapainya komitmen VICO untuk tidak merusak lingkungan dan tidak membahayakan keselamatan manusia, dan untuk itu VICO senantiasa mengutamakan Health, Safety and Environmental
 
     
 
 
     
 
 
     
 
 
 
PENGHARGAAN ISO 14001
 
 
ISO 14001 Certification
 
     
 
Pada saat ini Organisasi Standarisasi Internasional (ISO) telah memberlakukan suatu persyaratan yang seragam atas Sistem Manajemen Lingkungan. Sejalan dengan kebijakan tersebut Kementrian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia menghimbau kepada semua perusahaan yang berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk berpartisipasi dalam mempersiapkan dan menerapkan secara aktif serta berusaha untuk meraih sertifikasi ISO 14001 sesuai dengan Undang Undang Republik Indonesia No.23 tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 28 Mengenai Audit Lingkungan Hidup. Atas usaha & kerja keras dalam mengelola Sistim Manajemen Lingkungan, maka pada tanggal 3 Mei 2002 VICO Indonesia berhasil meraih Sertifikat ISO-14001 dari ERMCVS.